Maven

Berkenalan dengan Maven

Setelah beberapa waktu bermain-main dengan java dan beberapa project yang telah usang ingin dilihat-lihat kembali, muncul permasalahan. Setting path dari dependency library yang digunakan banyak yang amburadul. Terpaksa harus setting manual. Betapa malasnya diri ini. Huff,

Tiba-tiba teringat dengan Maven. Kenapa gak dari dulu pake maven, he…he…

Maven dapat digunakan sebagai alternatif dari Ant. Tetapi Maven punya fitur-fitur yang lebih banyak. Seperti repository management, dependency management, build tool dan masih banyak lagi. Hal yang paling butuhkan saat ini saya adalah repository management. Biar mengurangi tingkat ke-amburadulan project yang pernah saya buat.

Download dulu Maven di http://maven.apache.org/download.html

Kemudian extract dan lakukan setting path agar dikenali oleh Sistem Operasi yang digunakan. Kemudian lakukan setting path. Jika menggunakan linux tambahkan script pada file .bashrc seperti berikut :

export M2_HOME=/home/kris/Applications/apache-maven-3.0.3</code></p>
export PATH=$M2_HOME/bin:$PATH

Kemudia kita cek terlebih dahulu :

Secara otomatis maka maven akan membuatkan direktori dengan nama .m2. Kemudia kita coba buat sebuah project Maven sederhana.
Ketikan perintah dibawah ini :

Perintah diatas :

  • mvn archetype:generate : archetype:generate adalah salah satu goal yang dimiliki oleh maven. Archetype dapat juga dikatakan sebagai sebuah template/prototype standar untuk membuat sebuah project Maven. Ada banyak sekali bentuk archetype misal maven-archetype-quickstart,maven-archetype-site, wicket-archetype-quickstart dan masih banyak lagi.
  • -DgroupId : Id dari group didalam group bisa menyimpan banyak artifactId
  • -DartifactId : Id dari artifact
  • -DpackageName : nama paket untuk artifact tersebut
  • -Dversion : versi dari artifact

Perintah diaatas juga akan mengenerate direktori .m2 secara otomatis dan mendownload dependency yang dibutuhkan untuk membuat sebuah project Maven. Direktori tersebut berguna sebagai repository local kita. Secara umum akan digunakan untuk menyimpan artifact-artifact yang kita perlukan dalam membuat sebuah aplikasi. Didalam artifact tersebut nantinya akan didefinisikan library-library yang kita butuhkan. Setelah itu kita akan diminta memasukan jenis archetype :

Pada screenshoot diatas kita bisa melihat ada 401 jenis archetype yang siap digunakan. Lumayan banyak bukan, kita juga bisa membuat archetype sendiri. Disini saya memilih archetype jenis maven-archetype-quickstart. Kemudian kita akan dihadapkan dengan memilih version, dan memastikan nama paket. Setelah tahap tahap tersebut dilewati maka jadi sudah project Maven kita :D

Kita cek project tersebut

Ini adalah contoh dari archetype maven-archetype-quickstart. Jika kita mengunakan archetype lain maka struktur direktorinya juga akan berbeda.

Ok, sekian dulu,  :D

Ref : http://maven.apache.org/archetype/index.html

Advertisement

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.